Penyebab Kegagalan dalam Berbisnis yang Harus Anda Hindari!!

penyebab kegagalan dalam bisnis

Penyebab kegagalan dalam berbisnis memang menjadi sesuatu yang menakutkan.
Yah, kita memang sering mendengar bahwa lebih dari separuh pebisnis baru mengalami kegagalan ditahun pertama.

Namun, sebetulnya pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Menurut Small Business Association (SBA), hanya 30 persen dari pebisnis baru yang mengalami kegagalan di tahun pertama, 50 persen pada tahun kelima, dan 60 persen mengalaminya pada tahun ke 10 pertama. Hanya 25 persen saja yang berhasil mengembangkan bisnisnya sampai 15 tahun ke atas.

Kegagalan dan keberhasilan dalam sebuah bisnis memang tidak bisa kita prediksi. Tapi, kita bisa mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan orang lain yang sudah pernah mengalami sebuah kegagalan.

Lalu, kesalahan-kesalahan apa saja yang membuat mereka gagal dalam berbisnis ? ( Baca juga 6 tips sukses membangun bisnis rumahan )

Simak 5 penyebab kegagalan dalam berbisnis berikut ini :

Penyebab Kegagalan dalam Berbisnis

Tidak Ada Perencanaan

untuk segera memulai bisnis sendiri. Tak ada yang salah dengan semangat tersebut. Membaca profil para pengusaha sukses atau mendatangi seminar-seminar tentang bisnis memang seringkali membuat kita terdorong agar sesegera mungkin memulai bisnis kita sendiri.

Apakah semangat tersebut salah ?
Tidak.

Tapi anda perlu berhati-hati, karena menjalankan sebuah bisnis hanya dengan bermodalkan semangat, bisa membawa anda pada kebangkrutan.

Nah, agar hal itu tidak terjadi, maka anda perlu mendampingi semangat itu dengan sebuah perencanaan yang benar-benar matang. Tentukanlah dahulu visi, target dan tujuan bisnis yang akan anda jalankan. Perbanyak juga informasi tentang bisnis itu, dimana dan bagaimana mendapatkan bahan bakunya, siapa calon konsumennya dan bagaimana serta dimana anda memasarkannya.

Intinya, jangan memulai sebuah bisnis sebeum anda benar-benar mempersiapkannya.

Lemah dalam Pemasaran

Ketika kita baru memulai sebuah usaha, terkadang kita tergoda untuk memperbanyak produksi agar sesegera mungkin bisa merasakan keuntungan yang banyak. Hal itu tidaklah salah, asalkan kita tahu bagaimana cara memasarkannya. Jelilah memamanfaatkan setiap kesempatan atau celah untuk bisa mempromosikan produk-produk anda. Tak perlu memaksakan untuk memasang iklan di sosial media ataupun media massa jika modal anda tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu.

Ada banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan sebuah promosi tanpa perlu beriklan, seperti melalui facebook, instagram dan lain sebagainya. Tapi,anda perlu berhati-hati dalam berpromosi. Bisa-bisa bukannya mendapatkan orderan tapi sebaliknya. Anda malah mendapatkan peringatan karena promo produk yang anda lakukan dianggap spam.

Buruk dalam Manajemen

Menjadi seorang pebisnis sukses memang tidak mewajibkan kita untuk terlebih dahulu menjadi sarjana akuntansi atau majemen. Namun, kita diwajibkan untuk bisa belajar bagaimana cara membuat arsip dan catatan setiap transaksi yang terjadi dengan baik. Akan jauh lebik, jika anda juga membuat setiap tahapan-tahapan yang pernah anda lakukan secara rinci.
Karena semua itu bisa membantu kita untuk melakukan sebuah evaluasi pada bisnis yang kita jalankan. Apakah bisnis yang anda jalankan selama ini membawa anda pada sebuah keuntungan yang berlipat-lipat atau justru sebaliknya, yaitu pada sebuah kegagalan.

Pegawai yang Kurang Baik

Apakah salah, jika membayangkan bisnis yang kita jalankan akan memiliki banyak pegawai?
Memang tidak salah, tapi apakah bisnis yang baru anda jalankan ini benar-benar membutuhkan seorang pegawai?

Jangan salah, ada banyak sekali pebisnis sukses yang justru memulai sebuah usaha dengan menjalankannya sendiri. Mereka hanya akan merekrut pegawai ketika bisnisnya sudah benar-benar berkembang. Karena itulah, jangan terlalu terburu-buru untuk merekrut pegawai sebelum anda benar-benar membutuhkannya.

Tapi, rekrutlah pegawai jika anda sudah tidak bisa menangani bisnis tersebut sendiri dan anda juga sudah menyiapkan deskripsi pekerjaan untuk setiap calon pegawai. Tak perlu merekrut dalam jumlah yang banyak, tapi sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Perhatikan juga agar calon pegawai yang akan direkrut memenuhi kriteria deskripsi pekerjaan yang dibuat.

Berfoya-foya

Hati-hati, terkadang kita tergiur untuk membelanjakan uang hasil keuntungan dari bisnis kita untuk hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat. Karena itulah jauhi sifat boros dan selalu pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis anda. Akan jauh lebih baik jika anda memanfaatkan hasil keuntungan tersebut untuk melakukan pengembangan dan eksapansi pada bisnis anda.

Itulah 5 penyebab kegagalan dalam berbisnis yang perlu anda ketahui. Jadi, pelajari kesalahan-kesalahan itu agar anda bisa terhindar dari sebuah kegagalan dan jangan pernah ragu untuk memulai bisnis anda dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *